Saturday, November 16, 2019

MTsM 7 Takerharjo Punya Hari Bahasa Sendiri, Begini Keseruan Acaranya


Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) 7 Takerharjo, Solokuro, Lamongan, punya cara tersendiri dalam mencintai bahasa. Tiap tahun sekali digelar Hari Bahasa (Language Day/يوم اللغة).


Hari Bahasa tahun ini jatuh pada tanggal tanggal 9 November yang diisi dengan mengadakan enam cabang perlombaan. Yaitu Lomba Pidato Bahasa Arab dan Inggris, Lomba Bercerita Bahasa Arab dan Inggris, dan Lomba Menyanyi Bahasa Arab dan Inggris.



Siswa dan sisiwi menyambut kegiatan ini dengan gembira, seperti tergambar dari raut wajah mereka yang berseri-seri dan penuh semangat.

Semangat mereka benar-benar menggambarkan prinsip fastabiqul khairat sesuai dengan tema kegiatan ini: “Menebar Kata, Menuai Makna.” (نثر الكلمة، حصد المعنى/Spreading Words, Reaping the Meanings)
Dalam sambutan pembukaan acara, Kepala Sekolah MTsM 7 Takerharjo Muhammad Khozin memberikan motivasi pada para siswa untuk selalu berusaha dan belajar untuk menjadi lebih baik. “Allah tidak hanya melihat siapa yang menjadi pemenang, tetapi Allah juga melihat usaha kalian. Karena Allah tidak hanya menilai hasilnya, tetapi Allah juga menilai proses yang kalian lalui,” ucapnya.
Kegiatan ini dipandu oleh para pembina Ekstrakurikuler Bimbingan Bahasa Arab dan Inggris MTsM 7 Takerharjo, yaitu Budi Setiawan, Dwi Amatun Nafisah, dan Diah Widiastutik.
Pimpinan Ranting Ikatan pelajar Muhammadiyah MTsM 7 Takerharjo ikut menyukseskan kegiatan ini dengan mempersiapkan tempat dan merancang konsep acara.
Penampilan setiap peserta lomba benar-benar luar biasa. Ada yang menyiapkan back sound untuk cerita yang disampaikan, menyiapkan peraga, bahkan memakai kostum dinosaurus untuk mendukung cerita yang dibawakan.


Ada juga hal-hal lucu yang tidak terduga, yang menambah keceriaan kegiatan tersebut. Misalnya peserta yang lupa hafalannya sehingga harus membuka teks di atas panggung. Ada pula yang karena tertiup angin, kertas teksnya terbang.

Kegiatan ditutup dengan pemberian piagam penghargaan untuk para juara di setiap cabang perlombaan. Berikut adalah daftar para juara:
  1. Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab Pa: Daffa Anggara Baihaqi
  2. Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab Pi: Nisa’u Hazimah
  3. Juara I Lomba Bercerita Bahasa Arab Pa: Nuril Eka Shah Putra
  4. Juara I Lomba Bercerita Bahasa Arab Pi: Nisa’u Hazimah
  5. Juara I Lomba Menyanyi Bahasa Arab Pa: M. Muhyiddin At takrani
  6. Juara I Lomba Menyanyi Bahasa Arab Pi: Zuhrotu Salwa Wulan Sari
  7. Juara I Lomba Pidato Bahasa Inggris Pa: Ananda Eka Rizqi A.
  8. Juara I Lomba Pidato Bahasa Inggris Pi: Suci Wulandari Z.T.
  9. Juara I Lomba Bercerita Bahasa Inggris Pa: Dwi Radhiyaqsyah Aufa Nabil
  10. Juara I Lomba Bercerita Bahasa Inggris Pi: Nasywa Nadine Nauradhia
  11. Juara I Lomba Menyanyi Bahasa Inggris Pa: Dwi Radhiyaqsyah Aufa Nabil
  12. Juara I Lomba Menyanyi Bahasa Inggris Pi: Hani Maulidati
Selamat! (*)


Wednesday, August 21, 2019

VISI, MISI, STRATEGI dan TUJUAN YAYASAN AL-BASYIR TAKERHARJO


VISI, MISI, STRATEGI dan TUJUAN : 

Visi:
Mewujudkan lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam untuk membentuk masyarakat yang beriman, bertakwa dan berakhlakul-karimah sehingga menjadi manusia-manusia yang berbahagia di dunia dan diakhirat kelak.

Misi: 
1.Membina dan mengembangkan da’wah dan pendidikan Islam dalam arti  yang seluas-luasnya dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar kepada umat manusia.
2.Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan bakat, minat dan potensi yang dimiliki.
3.Membiasakan peserta didik dan warga madrasah ber-aqidah, ber-ibadah dan ber-akhlakul-karimah.
4.Membangun jiwa kemandirian anak didik lewat upaya pembiasaan, kewirausahaan serta pengembangan diri  dengan terencana dan berkelanjutan.
5. Membina hubungan serasi sesame pemerintah, unsur lembaga, sekaligus institusi lain yang terlibat.

Strategi:
1-Disiplin   2-Belajar      3-Berlatih      4-Berkarya       5-Inovatif

Tujuan :   
1-Membekali generasi yang faham ilmu agama Islam dan ilmu  pengetahuan pada umumnya sehingga menjadi manusia yang lebih baik dan berguna bagi diri sendiri dan  alam sekitar untuk menyongsong masa depan yang gemilang.
2-Mencetak SDM yang mampu bekerja mandiri, kreatif, adaftif, dan prokduktif sesuai dengan bidang keahliannya.
3-Menjalin kerja sama dengan pemerintah, swasta, lembaga lain dan masyarakat sekitar.


Wednesday, July 31, 2019

Latgab Sugikarjo

Ratusan Kader HW Ikuti Latgab Sugikarjo

Ratusan kader Hizbul Wathan (HW) dari berbagai qobilah ramai berdatangan memenuhi jalan Desa Takerharjo Kec. Solokuro Lamongan menuju gedung MA Muhammadiyah 08 Takerharjo, Jumat (26/7/2019).
Barisan anak-anak pandu HW ini mengingatkan penggalan syair Mars Muhammadiyah warna yang hijau berseri membuatku rela hati.  Banyaknya kader HW di pagi itu memakai hasduk dan baret hijau beriringan dengan raut wajah penuh semangat.
Mereka mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) kepanduan beberapa sekolah seperti  MA Muhammadiyah 08 Takerharjo, SMA Muhammadiyah 08 Sukodadi, SMA Muhammadiyah 10 Sugio, dan SMA Muhammadiyah 05 Karanggeneng.
Acara ini diberi nama Latihan Gabungan Penghela Sugikarjo (Sukodadi, Sugio, Karanggeneng, dan Takerharjo) yang berlangsung selama dua hingga Sabtu (27/7/2019) sore.
Hadir dalam upacara pembukaan Rakanda Sumardi dan Rakanda Surya dari Kwarda HW Lamongan sekaligus sebagai Ketua Dewan Sugli Kwarda HW. Juga seluruh kepala sekolah dari masing-masing lembaga.
Dalam sambutannya Rakanda Sumardi menyampaikan apresiasi luar biasa atas terselenggaranya Latgab HW terbesar di kabupaten ini. ”Terus menjaga militansi kader sehingga dapat meneruskan tongkat estafet perjuangan dakwah Muhammadiyah di manapun berada,” tandasnya.
Rangkaian acara Latgab diisi dengan materi aktual untuk kebutuhan para kader saat ini. Seperti materi Sikap Tanggap Angkatan Muda Muhammadiyah d isi Pimpinan Daerah Kokam Lamongan.
Materi Keislaman diisi Ustadz Munjil Mu’minin dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo. Selain itu juga latihan dasar baris berbaris, pioneering, P2HW, sandi dan semapore, ke-HW-an lainnya.
Malamnya dilanjutkan dengan penampilan pentas seni dari masing-masing qobilah. Hari terakhir diadakan jelajah medan dari pagi hingga sore hari yang bertujuan melatih ketangkasan dan keberanian kader untuk menguatkan mental serta keberanian agar tak gentar menghadapi apapun dalam menjalankan perjuangan dakwah Muhammadiyah.
Upacara penutupan dihadiri Rakanda Zumi yang menggagas acara Latgab ini. Dalam sambutannya dia tak bisa menyembunyikan rasa haru bahagianya menyaksikan ratusan kader HW mengikuti acara dengan antusias dan penuh sukacita untuk menggelorakan semangat HW.

Tuesday, July 16, 2019

FORSA (Forum Orientasi Santri Al Basyir)


Pengenalan yang Baik Untuk Pembelajaran yang Baik
 (MADIN Ula Al-Basyir Takerharjo)

“Tak kenal maka tak sayang.” Begitulah ungkapan yang sering kita dengar. Bisa dibilang perkenalan merupakan hal yang singkat dalam sebuah interaksi. Karena memang perkenalan bukanlah inti yang menjadi tujuan dalam sebuah interaksi itu. Tetapi bagaimanapun juga perkenalan merupakan hal yang sangat penting.

Berapa banyak orang yang bertikai hanya karena kesalah pahaman dalam proses pengenalannya? Berapa banyak orang yang gagal mendapatkan apa yang dituju hanya karena proses pengenalan yang kurang baik? Contoh kecilnya, banyak orang-orang yang tidak diterima dalam proses lamaran kerja karena kesalahan kecil dalam proses pengenalan, biarpun ia memiliki kemampuan, tetapi karena proses pengenalan yang kurang baik, maka akan jadi kurang baik pula hasilnya.

Begitu pula dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik juga tidak terlepas dari proses pengenalan yang baik. Oleh karena itu Madrasah Diniyah Al-Basyir Takerharjo mengadakan FORSA (Forum Orientasi Santri Al-Basyir) yang dipanitiai oleh santri-santri dari OSBA (Organisasi Santri Al-Basyir).

Kegiatan ini dikonsep dengan sangat menarik dan menyenangkan tanpa menghilangkan nilai pembelajaran dan pengamalan ajaran Islam. Tidak lupa, dalam kegiatan ini, santri baru juga dikenalkan dengan lingkungan MADIN, agar proses pembelajaran nantinya bisa berjalan dengan lebih baik.

Kegiatan ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari kepanitiaan dan dari pengurus MADIN. Peserta FORSA tampak mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Ada beberapa materi yang disampaikan dalam acara ini. beberapa diantaranya adalah “Konsep Dasar Islam” dan “Karakter Remaja Muslim”. Materi-materi yang disampaikan, tidak lain tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman santri-santri baru tentang Islam dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Kegiatan ini juga diselingi dengan game-game yang menarik dan mendidik yang bisa mengembalikan semangat dan antusias peserta dalam belajar. Peserta tampak sangat senang dan menikmati game-game tersebut. Dan ternyata banyak hal-hal lucu yang tidak terduga yang membuat suasana semakin lebih hidup.

Untuk mengembangkan pemahaman peserta, diselipkan juga sesi diskusi yang dibuat dengan sangat menarik. Dalam sesi diskusi ini santri terlihat sangat aktif dalam mengutarakan pendapat dan argumennya.

Sebelum penutupan kegiatan, santri diajak jalan-jalan keliling desa untuk meningkatkan kesehatan jasmani setiap peserta. Suasana pagi yang sejuk juga menambah perasaan rileks dan nyaman.

Wajah-wajah ceria dan semangat tergambar dari senyuman mereka. Hal itu juga terlihat dari ungkapan kesan yang mereka utarakan. Seru, baik, menarik, dan menyenangkan merupakan kesan yang mereka ungkapkan tentang kegiatan ini ketika penutupan.

Semoga dengan proses pengenalan yang baik ini, proses pembelajaran nantinya bisa berjalan dengan lebih tertib dan lebih baik.

PERIODISASI KEPEMIMPINAN ORGANISASI & LEMBAGA PENDIDIKAN YAYASAN AL-BASYIR TAKERHARJO


PERIODISASI  KEPEMIMPINAN
ORGANISASI  &  LEMBAGA  PENDIDIKAN
YAYASAN  AL-BASYIR  TAKERHARJO

A . MUHAMMADIYAH

B . PONDOK PESANTREN AL-BASYIR

C . TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (TK ABA)

D . MADRASAH IBTIDAIYAH  MUHAMMADIYAH  03
E .MADRASAH TSANAWIYAH  MUHAMMADIYAH  07

F .MADRASAH  ALIYAH  MUHAMMADIYAH  08

G .TAMAN PENDIDIKAN  AL-QUR’AN (TPA)

H .MADRASAH DINIYAH TAKMLIYAH

Monday, July 15, 2019

PERGURUAN MUHAMMADIYAH TAKERHARJO


PERGURUAN  MUHAMMADIYAH  TAKERHARJO

      “Perguruan Muhammadiyah Takerharjo” itu adalah satu paket dengan  “Yayasan   Al-Basyir Takerharjo”. Karena Perguruan Muhammadiyah Takerharjo itu  tersetruktur dalam Yayasan Al-Basyir Takerharjo. Jadi Yayasan sebagai pendiri dan Perguruan sebagai penglola. Dengan harapan ada kerja sama yang baik antara  pendiri dan penglola.

  Awal adanya Perguruan Muhammadiyah Takerharjo, adalah karena Yayasan Al-Basyir Takerharjo bermaksud untuk mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kurang lebih tahun 1980 an dikenal istilah Perguruan Muhammadiyah di Takerharjo, dan Kepala perguruannya adalah penulis (M. Suzaini).

       Pada waktu itu sekolah Muhammadiyah yaitu: Madrasah Ibtidaiyah, TK Aisiyah Bustanul Athfal dan Madrasah Tsanawiyah.

    Demikian penjelasan tentang yayasan ini yang dapat terseleaikam, semoga yayasan ini    berkembang subur, banyak peminatnya, dikelola dengan manageman yang bagus, mempunyai tenaga pendidik yang handal, berkemajuan, dalam membentuk Kader Muslim yang berwawasan keislaman dan keilmuan yang unggul dalam prestasi, semaata-mata karena ridlo Allah.

Nashrun minallahi wafathun qorib.





@khusyudulhibri

MASJID JAMI' AL-JIHAD TAKERHARJO


MASJID JAMI’ AL-JIHAD
Seperti sudah dijelaskan di tulisan sebelumnya bahwa Masjid Jami’ Al-Jihad didirikan pada 1920  oleh Kiai Muhammad Basyir bersama  tokoh masyarakat Takerharjo lain, seperti H. Abdul-Hamid dan lain-lain.
Mulanya  lokasi masjid terletak di pasar Takerharjo. Adapun depan masjid masih tetap dibuat pasar. Baru setelah beberapa lama, pasar dipindahkan keluar lokasi masjid, tepatnya di sebelah barat jalan ke utara (kini berada disebelah utara Masjid Jami’ Al-Jihad). Tetapi akhirnya pasar dipindahkan jauh dari lokasi masjid.
Tetapi pada 1949 masjid mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Semua bangunan rusak kecuali mimbar  maka pada 1952  masjid direhabilitasi oleh Bapak Yatun  dan diinsinyuri oleh Bapak Niti. Bahan bangunan masjid saat itu terbuat dari kayu jati. Oleh karena dinilai belum kokoh benar, pada 1967, masjid direhabilitasi ulang dan bersifat permanen oleh Bapak  Muhammad  Sun’an  beserta  kawan – kawan.
Tahun 1980 masjid direhabilitasi kembali dengan memperkuat konstruksinya untuk dijadikan bangunan berlantai dua. Sekarang Masjid Jami’ Al-Jihad sudah dibangun dalam kondisi yang super kokoh beratap cor, berdinding kramik, berlantai marmer, berpagar stainless dan berlampu neon yang gemerlapan, diiringi kipas angin yang berputar santai. Kondisi semacam ini jelas membuat suasana masjid semakin asri, sejuk, nyaman, dan menyenangkan bagi  para jamaah.




@khusyudulhibri